TRIBUNJATENG.COM, PATI - Anak-anak yang bermain game online di gawai atau gadget sudah menjadi pemandangan biasa hari-hari ini.
Hal ini merupakan dampak dari perkembangan pesat teknologi informasi.
Gadget berupa ponsel maupun tablet jadi "teman wajib" bagi kebanyakan warga.
Dalam Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan bahwa perkembangan telepon seluler di Indonesia relatif pesat ditandai dengan meningkatnya kepemilikan telepon seluler.
Pada 2011 hanya terdapat 39,11 persen penduduk yang memiliki atau menguasai telepon seluler. Sementara, pada 2022 sebanyak 67,88 % penduduk telah memiliki telepon seluler. Artinya selama 12 tahun, penduduk yang memiliki telepon seluler bertambah 28,77 %.
Pada 2024, jumlah tersebut bisa dipastikan lebih jauh meningkat.
Pandemi Covid-19 diyakini turut mempengaruhi perkembangan kepemilikan telepon seluler.
Saat pandemi, anak-anak sekolah harus menggunakan gawai untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring. Jika kurang pengawasan, penggunaan gadget pada anak-anak berpotensi menimbulkan kecanduan.
Kecanduan gadget bisa menimbulkan dampak negatif pada anak-anak, baik dalam aspek mental, fisik, maupun, sosial. Hal itulah yang menjadi perhatian Roni De Laserna, pakar hipnosis asal Kabupaten Pati sekaligus pendiri Delaserna Hypnollution.
"Dampak kecanduan gadget, fokus dan keterampilan komunikasi anak bisa menurun drastis. Dia jadi tidak nyaman dengan orang, hanya nyaman dengan dunia sendiri. Dia seperti membuat dunia sendiri," kata Roni saat ditemui di kediamannya, Senin (19/8/2024).
Karena itulah, lewat Delaserna Hypnollution, dia kerap mengadakan workshop maupun pelatihan hipnotis dan hipnoterapi. Dia berharap, lewat pelatihan ini, akan lebih banyak orang tua yang bisa menerapi anak-anaknya secara mandiri, seandainya anak-anak mereka juga mengalami masalah kecanduan gadget.
Terbaru, Delaserna Hypnollution menggelar Workshop Instruktur Hipnotis Halus di Hotel Ibis Styles Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2024).
Hipnotis Halus sendiri merupakan metode hipnotis tanpa disadari yang menjadi spesialisasi Roni dan telah dia daftarkan hak mereknya di Kemenkumham. Workshop ini diikuti 22 peserta dari berbagai penjuru tanah air. Bahkan ada pula peserta dari Singapura.
"Ini pelatihan kelas instruktur. Setelah workshop, pesertanya diharapkan bisa mengajar, menerapi, hingga mengurangi anak-anak yang kecanduan gadget," jelas dia. Selain Roni, ada empat pemateri lain dalam workshop ini. Mereka menyampaikan materi dengan fokus berbeda-beda.
Empat pemateri tersebut ialah Risyad Fauzie, Trainer Hipnotis Halus Bekasi yang juga pemilik Wave Brother Event Organizer.
Kemudian Trainer Hipnotis Halus Lampung Ginu Samodra, Trainer Hipnotis Halus Bogor Robie Fajrin, dan Trainer Hipnotis Halus Semarang Imam Muzaqi.
Risyad Fauzie memberikan materi dan praktik tentang bagaimana hipnotis bisa terjadi dan bagaimana cara mempengaruhi seseorang lewat komunikasi terselubung. Risyad juga menyampaikan tentang pentingnya belajar hipnotis sebagai alat transformasi diri menjadi lebih baik.
Misalnya bagi pebisnis, ilmu hipnosis bisa membantu tercapainya kesepakatan dengan klien. Lalu untuk dokter, bisa mengatasi abreaksi pasien.
Untuk orang tua supaya bisa menjalin komunikasi dengan anak sesuai harapan, termasuk agar anak terhindar dari kecanduan hal-hal negatif.
Adapun pemateri Robie Fajrin yang juga merupakan drummer band Abad 21 yang tergabung dalam manajemen Nagaswara, mengajak peserta merasakan hipnotis tanpa disadari. Robie juga kerap membagikan ilmu tentang hipnotis lewat berbagai platform media sosial miliknya.
Selanjutnya, pemateri Ginu Samodra yang punya spesialisasi metafisika memberikan pemahaman kepada peserta untuk mematahkan kepercayaan terhadap klenik dan takhayul. Agar orang-orang yang masih percaya terhadap dukun klenik kembali ke pemahaman yang benar dan logis.
Sementara, Imam Muzaqi yang juga praktisi sulap menunjukkan bahwa permainan-permainan ringan bisa sangat efektif dalam membuka kepercayaan target hipnotis, sehingga hipnotis bisa mudah masuk.
Roni De Laserna berharap, lewat ilmu yang disampaikan para pemateri, para peserta workshop bisa menerapkan ilmu hipnosis secara positif dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk untuk berperan dalam penanggulangan masalah anak-anak yang kecanduan gadget.
"Terapi kecanduan gadget sama sulitnya seperti kecanduan judi online. Butuh penanganan serius. Kalau terlanjur parah, bisa kena gangguan mental. Pesan untuk para orang tua, kalau anaknya masih menunjukkan gejala awal, segera dinasihati. Kalau sudah tidak bisa, bisa dihipnoterapi supaya sembuh," tandas Roni.
Sumber: Tribun Jateng