Hipnotis halus sebagai terobosan mengatasi kegagalan menghipnoterapi
Jakarta (ANTARA) – Hipnosis atau yang lebih dikenal dengan sebutan hipnotis merupakan salah satu cabang ilmu psikologi.
Hipnotis halus sebagai terobosan terbaru untuk mengatasi kegagalan-kegagalan itu, karena dikembangkan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun di lapangan serta sangat praktis, simpel dan mudah dikuasai orang awam sekalipun.
“Hipnotis bukan sekedar aksi permainan jalanan untuk seru-seruan dan menghibur banyak orang. Bagi saya keterampilan ini dapat menjadi wasilah penyembuhan penyakit medis yakni melalui sugesti berpikir positif,” ungkap Trainer Roni dalam keterangannya, Kamis.
Kondisi yang terjadi di lapangan adalah ada sebagian orang yang kesulitan untuk menghipnosis (menghipnoterapi) orang lain. Padahal mereka sudah pernah ikut kelas workshop, seminar, serta privat hipnosis.
Hipnotis halus menggunakan pendekatan berbasis edukasi komunikasi, sehingga orang lain tidak akan menyadarinya ketika dia mau dihipnosis.
Keuntungan dari mengikuti pelatihan ini adalah para alumni setelah mengikuti kelas akan dimasukkan ke dalam wadah grup WhatsApp.
Kemudian akan mendapatkan bimbingan lebih lanjut dan dibimbing sampai bisa. Menariknya lagi proses tersebut gratis mengulang di kelas yang sama dimanapun berada.
Materi dibawakan oleh founder hipnotis halus langsung yaitu Roni de Laserna dan salah satu trainer hipnotis halus Bekasi yakni Risyad Fauzie.
Adapun untuk materi hipnotis tanpa kata langsung diajarkan oleh salah satu trainer hipnotis halus asal Bogor yaitu Robi Fajrin.
Sementara untuk materi Mediumisasi diajarkan oleh trainer hipnotis halus asal Lampung yaitu Mas Ginu Samudra, serta materi Laduni “tenaga dalam” diajarkan oleh trainer hipnotis halus asal Bandung Bajang Pras, dan materi untuk hipno metafisika diajarkan langsung oleh trainer hipnotis halus asal Sumedang yaitu Gusrid GMT.
Dalam acara workshop hipnotis halus di Jakarta, 25 Februari 2024 lalu banyak dihadiri oleh mereka yang rata-rata adalah pengusaha.
Kegiatan ini sangat menarik terlebih bagi para praktisi dan pembelajar dunia pengembangan dan pemberdayaan diri.
