Home / Hipnotis Halus  /  Modus Hipnotis Bule di Pati Rugikan Toko Beras Rp10 Juta, Pakar: Hipnosis Harus Digunakan Secara Positif
Modus Hipnotis Bule di Pati Rugikan Toko Beras Rp10 Juta, Pakar: Hipnosis Harus Digunakan Secara Positif

PATI - Kasus penipuan bermodus hipnotis yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA) atau bule di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial.

Aksi mereka terjadi pada Jumat, 9 Mei 2025, dan menyasar sejumlah toko di wilayah tersebut. Salah satu korban berasal dari sebuah toko beras di Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso.

Toko tersebut mengalami kerugian hingga Rp10 juta akibat aksi penipuan yang dilakukan dengan skenario berpura-pura menukar uang asing. Dalam sejumlah unggahan warganet, disebutkan bahwa komplotan bule tersebut menggunakan hipnotis sebagai modus operandi untuk melancarkan aksinya.

Menanggapi hal ini, pakar hipnosis asal Pati, Roni de Laserna, menyayangkan penyalahgunaan teknik hipnosis oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa hipnosis seharusnya digunakan untuk tujuan positif dan pengembangan diri.

“Hipnosis itu seperti pisau bermata dua. Bisa bermanfaat atau membahayakan tergantung siapa yang menggunakannya,” ujar Roni, pendiri lembaga edukasi hipnosis Delaserna Hypnollution, pada Minggu (18/5/2025).

Roni yang telah berpengalaman memberikan edukasi hipnosis di dalam dan luar negeri, menekankan bahwa teknik ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, termasuk membantu orang yang mengalami kecanduan.

Salah satu kasus yang bisa ditangani dengan hipnoterapi adalah kecanduan judi online. Menurutnya, kecanduan jenis ini sama adiktifnya dengan rokok atau minuman keras.

“Judi online sangat adiktif dan telah merusak banyak rumah tangga. Namun dengan hipnoterapi yang tepat, kondisi ini bisa diatasi,” jelas Roni. Selain itu, hipnosis juga bisa diterapkan untuk membantu individu yang mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder) dengan menanamkan sugesti positif yang mendorong seseorang menjadi pribadi lebih optimistis.

“Hipnosis dapat membentuk pola pikir positif yang penting untuk pengembangan diri,” tambahnya. Hingga kini, lembaga Delaserna Hypnollution telah melahirkan ribuan alumni dari berbagai profesi, mulai dari pedagang, anggota TNI-Polri, tenaga medis, hingga akademisi.

Roni berharap, kejadian di Pati bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap kejahatan bermodus hipnotis. Sekaligus membuka wawasan bahwa hipnosis sejatinya memiliki manfaat besar jika digunakan secara etis dan bertanggung jawab.